Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Apa Yang Sebaiknya Pendeta Pikirkan Tentang Menikahkan Bukan Kristiani?

Berikut ini adalah sebuah transkripan yang telah diedit dari sebuah audio

Bagaimanakah sebaiknya seorang pendeta berpikir tentang menikahkan orang yang bukan percaya? apakah anda akan memberikan nasihat yang berbeda apabila orang yang akan menikah benar-benar adalah bukan Kristiani, meskipun mereka mengatakan bahwa mereka adalah Kristiani?

Adalah benar apabila orang bukan percaya menikah dengan seorang bukan percaya. Tuhan membolehkan perbuatan itu.

Itu adalah dosa, karena segala sesuatunya adalah dosa-"Meskipun bukan dari sisi iman itu adalah dosa" tetapi itu adalah pola yang telah ditetapkan dan diperbolehkan oleh Tuhan dalam kehidupan.

Kemudian yang menjadi pertanyaannya adalah, "Baiklah, jika pernikahan diantara orang yang bukan percaya dibenarkan, apakah seorang pendeta sebaiknya terlibat di dalamnya?” Jawabannya adalah,”Dia mungkin saja terlibat.”

Dalam kebudayaan kami, pemerintah telah menetapkan pendeta secara resmi menandatangani surat nikah. Saya dapat menikahkan siapa pun yang saya inginkan. Jika mereka memiliki dokumen-dokumen yang resmi, saya akan mensahkan mereka.

Jadi saya memiliki kekuasaan hukum, dan saya ingin mengatakan bahwa, persetujuan Alkitab tercakup di dalamnya. Dan banyak pendeta yang mempertimbangkan hal itu sebagai salah satu alat terbaik dalam upaya menjangkau mereka.

Pasangan tidak percaya datang dan berkata,” Mengapa anda tidak menikahkan kami?” Dan dia mengatakan, “Ok, ini syaratnya. Menurut saya sebaiknya kalian berdua menjadi Kristiani, dan untuk itulah saya ada di sini. Jika kalian bukan Kristiani, saya akan menikahkan kalian. Tetapi sebelumnya kalian harus duduk dan mendengarkan saya berbicara selama empat jam tentang arti pernikahan dan kebaikan Yesus Kristus.”

Dan jika mereka berkata ya, bagus! Maka, baiklah.

Tetapi sekarang ada beberapa bagian pertanyaan: “Akankah nasihat anda berbeda jika dua orang yang akan menikah tersebut benar-benar bukan Kristiani, meskipun mereka mengatakan bahwa mereka adalah Kristiani?”

Saya sangsi bahwa jawabannya akan sangat berbeda, karena mereka akan mengatakan, "Kami adalah orang percaya," dan anda akan mengatakan, "Baiklah, saya bersedia untuk mempertimbangkan untuk menikahkan kalian. Saya hanya membutuhkan waktu satu jam dengan anda kemudian empat jam konseling pernikahan. Dan kita akan membicarakan mengenai hal-hal spiritual, dan saya ingin mengatakan beberapa hal yang mungkin menjadi persoalan anda tentang apa yang dimaksud dengan menjadi orang percaya. Apakah anda SETUJU dengan hal itu?”

Dan jika mereka setuju, maka saya pikir hal itu baik. Dan apa yang dia pikirkan mengenai hal itu, jika mereka berpikir mereka munafik atau mereka tidak mengerti tentang iman, mereka akan berusaha keluar dengan sepenuh hatinya.



Copyright 2009 John Piper.
Website: desiringGod.org

Musik Kristen Kontemporer Dapat Menjadi Bentuk Pujian yang Kuat

T: Saya sangat suka musik Kristen kontemporer, tapi saya menghabiskan beberapa minggu dengan bibi saya musim panas ini dan dia bilang saya tidak boleh mendengarkan "bunyi berisik" semacam itu (saya berusia 16 tahun). Saya ingin tahu apa yang anda pikirkan. - KM

J: Saya selalu ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini karena apa pun yang saya katakan, seseorang akan tidak setuju! Selera musik berbeda dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan saya tidak akan terkejut jika 20 atau 30 tahun dari sekarang anda mengatakan hal yang sama tentang selera musik anak anda sendiri.

Di musim panas lalu, organisasi kami mensponsori serangkaian konser di beberapa kota-kota utama di sepanjang Sungai Mississippi. Sejumlah band dan musisi Kristen berpartisipasi, dan anak saya Franklin beberapa kali berbicara dalam konser. Puluhan ribu anak muda datang, dan ribuan orang membuat komitmen pribadi kepada Yesus Kristus sebagai respons terhadap pemberitaan Injil.

Apakah bibi anda suka musik semacam itu? Mungkin tidak; itu adalah energi yang sangat tinggi dan kontemporer, dan diarahkan ke anak-anak muda. Tapi Allah menggunakan pesannya untuk memusatkan perhatian pada Yesus Kristus dan kasih-Nya bagi kita - dan nyawa tak terhitung jumlahnya berubah sebagai hasilnya. Ketika Raja Daud membuat rencana untuk Bait Suci, ia memerintahkan, "Empat ribu orang menjadi penunggu pintu gerbang; dan empat ribu orang menjadi pemuji TUHAN dengan alat-alat musik yang telah kubuat untuk melagukan puji-pujian." (1 Tawarikh 23:5).

Tanyakan diri anda pertanyaan ini: Apakah musik yang saya dengarkan membawa saya lebih dekat kepada Tuhan - atau apakah musik itu hanya menghibur saya? Pastikan komitmen anda kepada Kristus. Kemudian buat ini menjadi tujuan anda untuk tumbuh lebih dekat kepada-Nya setiap hari, bukan hanya melalui musik anda tetapi melalui doa, Alkitab, dan persekutuan dengan orang percaya lainnya.

________________________________________________

Dikenal sebagai "Penginjil Dunia" selama lebih dari 60 tahun, Pendeta Billy Graham adalah salah satu pemimpin rohani yang paling berpengaruh dan dihormati di abad ke-20. Dia telah menjadi teman dan penasihat rohani untuk sepuluh presiden Amerika dan telah mengabarkan Injil langsung kepada banyak orang daripada siapapun dalam sejarah - hampir 215 juta orang di lebih dari 185 negara dan teritori - melalui berbagai pertemuan. Lebih dari ratusan juta orang lainnya dijangkau melalui televisi, video, film, dan webcast. Kirim pertanyaan Anda ke c/o Billy Graham, Billy Graham Evangelistic Association, 1 Billy Graham Parkway, Charlotte, N.C., 28201; telepon 1-(877) 2-GRAHAM, atau kunjungi situs Billy Graham Evangelistic Association: www.billygraham.org.

Diselamatkan, Tapi Puaskah ?




Pada November 2004, Rolling Stone memberikan peringkat untuk "500 Lagu Terbaik Sepanjang Masa." Majalah itu menerima masukan lebih dari 170 musisi, kritikus, dan pelaku industri. Namun, bahkan dengan lapisan kriteria dan pengukuran objektif, musik selalu dan tetap merupakan preferensi subjektif. Saya tidak mau berprasangka ... namun mengingat majalah ini yang mensponsori, saya merasa sangat ironis karena lagu pertama adalah "Like A Rolling Stone" dari Bob Dylan dan lagu kedua adalah "(I Can't Get No) Satisfaction" (...anda benar) dari Rolling Stones.

Untuk beberapa alasan, ketika saya bangun pagi ini saya memikirkan lagu "Satisfaction" dan bagaimana lagu itu tetap populer selama 44 tahun. Riff gitar Keith Richards adalah salah satu skor yang paling dikenal dalam musik modern. Namun, lirik dan temanyalah yang tampaknya benar-benar melampaui waktu. Mick Jagger berkata lagu itu adalah reaksi terhadap komersialisme merajalela yang mereka lihat di Amerika Serikat. Tidak banyak yang berubah dalam 4 dekade.

Tanggapan yang klise hanyalah, "Yah, tentu saja kamu tidak akan menemukan kepuasan ... sampai kamu menemukan Yesus." Kasus ditutup ... bukan? Yah, saya tidak mau pergi ke (topik) situ.

Begini, saya adalah pengikut Kristus yang berdedikasi sejak usia 5 tahun. Saya lulus dari salah satu kampus Kristen terkenal dengan gelar di Alkitab Teologi. Pelat mobil saya yang pertama bertuliskan "JEZUZ 11". Dan sementara saya tidak akan menyangkal kalau Yesus mengisi kekosongan yang tidak bisa diisi apapun juga, saya tidak bisa jujur mengatakan kalau saya sepenuhnya puas. Meskipun Allah telah menebus semua ciptaan (termasuk saya), ada rintihan dan kerinduan akan hari dimana Ia akan memulihkan segala sesuatunya.

Satu lagu yang saya suka minggu ini berjudul "Nothing for the Ache" dari Ben Shive. Lagu itu secara artistik berbagi tentang ketidakpuasan universal yang dirasakan jiwa kita. Konsumerisme, ketamakan, kesombongan, dan nafsu hanya akan tumbuh di budaya kita. Kerinduan kita akan makna dan kepuasan tertinggi akan mengantar kita lebih jauh ke hal-hal itu, atau (seperti yang Ben nyanyikan) kita akan jatuh "ke tangan Tuhan."

Ini tantangan bagi hidup saya sendiri. Jika Anda, seperti saya, mengikuti Yesus, tapi kadang-kadang masih merasa tidak puas, kita dapat membiarkan keinginan itu menarik kita ke dalam dunia konsumerisme ... atau lebih dalam pelukan Allah. Mungkin sudut-sudut kosong dalam hidup kita akan membantu kita untuk menantikan Hari restorasi di depan kita.

Dave Trout
Kontributor Kristiani P